loading…
Guru dan murid-muridnya di sekolah di Estonia. Foto/PRNPM/EMF
Anggota NATO di Eropa telah melakukan peningkatan militer besar-besaran sejak eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022, dengan alasan apa yang mereka sebut sebagai ancaman Rusia.
Beberapa negara telah memperkenalkan kembali wajib militer, sementara yang lain telah mewajibkan warga perempuan untuk menjalani wajib militer.
Dalam wawancara dengan Vikerraadio pada hari Kamis, Rannaveski mengatakan semakin jelas bahwa Estonia tidak akan memiliki cukup pria untuk mempertahankan sistem wajib militer saat ini di masa depan.
Ia mencatat, sementara generasi sebelumnya melihat hingga 15.000 anak laki-laki lahir setiap tahun, angka tersebut sekarang telah turun menjadi sekitar 4.000–5.000.
“Jelas bahwa dari para pemuda ini kita tentu tidak dapat mengisi 4.100 posisi yang diantisipasi dalam rencana pertahanan,” katanya.