loading…
Khalil al-Hayya, kepala Biro Politik Hamas yang baru terpilih. Foto/x
Hamas mengatakan delegasinya akan bertemu dengan pejabat Mesir dan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki, selain mengadakan konsultasi dengan faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik.
Menurut gerakan tersebut, diskusi akan fokus pada penguatan gencatan senjata, memastikan implementasi semua komitmen yang terkandung dalam perjanjian, dan maju ke fase kedua.
Situasi Kemanusiaan
Hamas mengatakan pembicaraan juga akan membahas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana pembatasan pengiriman bantuan dan dampak genosida Israel terus berdampak pada warga sipil.
Gerakan tersebut menuduh Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata melalui serangan berkelanjutan di seluruh Gaza, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan penundaan dalam mengimplementasikan kewajiban yang telah disepakati.